AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional
Vol 8 No 3 (2026): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL

BATAS KEWENANGAN HAKIM KONSTITUSI DALAM PERSPEKTIF PRINSIP RES JUDICATA: STUDI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 90/PUU-XXI/2023

Rifki Nurohman (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)
Bayu Prasetyo (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)
Elviandri (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Samarinda, Indonesia)



Article Info

Publish Date
10 Jun 2026

Abstract

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia memegang peranan sentral sebagai guardian of the constitution dan pemegang kewenangan tunggal dalam menafsirkan konstitusi. Salah satu karakteristik fundamental putusan MK adalah sifatnya yang final, mengikat, dan erga omnes. Namun, dalam praktiknya, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 telah menimbulkan kontroversi hukum yang serius karena bertolak belakang secara fundamental dengan dua putusan sebelumnya yang memiliki objek pengujian identik, yakni Putusan Nomor 58/PUU-XVII/2019 dan Putusan Nomor 51/PUU-XXI/2023, dan dikeluarkan tanpa mekanisme overruling yang transparan dan terstandarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) batas kewenangan hakim konstitusi dalam perspektif prinsip res judicata pada Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023; dan (2) akibat hukum putusan tersebut terhadap kepastian hukum di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif-analitis dengan tiga pendekatan yang diterapkan secara bersamaan: pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023 secara yuridis telah melampaui batas kewenangan konstitusional MK karena melanggar prinsip res judicata pro veritate habetur yang dipositivikasikan melalui Pasal 60 UU MK, serta menciptakan norma baru melalui amar putusan yang bertentangan dengan doktrin negative legislature. Putusan tersebut menimbulkan akibat hukum yang bersifat multi-dimensional terhadap kepastian hukum: secara material mengubah syarat usia pencalonan presiden dan wakil presiden; secara formal menciptakan inkonsistensi yurisprudensi yang melemahkan otoritas Pasal 60 UU MK; dan secara legitimatif mengikis kepercayaan publik terhadap MK sebagai lembaga peradilan konstitusi yang berintegritas. Penelitian ini merekomendasikan reformasi hukum acara MK yang komprehensif, meliputi penguatan mekanisme penerapan prinsip res judicata, pembentukan standar overruling yang transparan, dan penguatan sistem pencegahan konflik kepentingan hakim konstitusi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ja

Publisher

Subject

Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Education Engineering Social Sciences

Description

AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional is open access and peer-reviewed Journal, JIN is a scientific journal that contains the results of research and theoretical studies of Social Sciences and Exact Sciences. Managed by GoAcademica Research & Publishing. Focus and Scope AKSELERASI: Jurnal Ilmiah ...