Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan wali murid, dari interaksi langsung menjadi berbasis media digital yang cepat dan tak terikat waktu. Walau meningkatkan efisiensi, perubahan ini memunculkan isu etis seperti hilangnya batas profesional, pelanggaran privasi, dan minimnya etika komunikasi digital yang rawan konflik. Penelitian ini bertujuan membangun model kolaborasi etis guru PAI-wali murid berbasis nilai Qur’ani di era komunikasi digital. Menggunakan pendekatan kualitatif library research, data dari sumber sekunder seperti jurnal ilmiah, buku, dan tafsir Al-Qur’an dianalisis melalui content analysis. Hasilnya, internalisasi nilai Qur’ani seperti tabayyun (klarifikasi informasi) dan qaulan layyinan (komunikasi lembut) efektif menciptakan etika digital yang santun harmonis. Perlu juga regulasi bersama soal etika komunikasi, batas waktu interaksi, dan media tepat. Integrasi nilai Qur’ani ini memperkokoh kolaborasi etis, jaga profesionalitas guru, serta bangun kemitraan konstruktif sekolah-wali murid untuk kemajuan siswa.
Copyrights © 2026