Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kolaborasi Etis Guru Pendidikan Agama Islam dan Wali Murid Berbasis Qurani di Era Digital Dewi Khoirun Nisa; Hani Atus Soleha; Dinda Nurul Kholifah; Nur Khasanah
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.356

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan wali murid, dari interaksi langsung menjadi berbasis media digital yang cepat dan tak terikat waktu. Walau meningkatkan efisiensi, perubahan ini memunculkan isu etis seperti hilangnya batas profesional, pelanggaran privasi, dan minimnya etika komunikasi digital yang rawan konflik. Penelitian ini bertujuan membangun model kolaborasi etis guru PAI-wali murid berbasis nilai Qur’ani di era komunikasi digital. Menggunakan pendekatan kualitatif library research, data dari sumber sekunder seperti jurnal ilmiah, buku, dan tafsir Al-Qur’an dianalisis melalui content analysis. Hasilnya, internalisasi nilai Qur’ani seperti tabayyun (klarifikasi informasi) dan qaulan layyinan (komunikasi lembut) efektif menciptakan etika digital yang santun harmonis. Perlu juga regulasi bersama soal etika komunikasi, batas waktu interaksi, dan media tepat. Integrasi nilai Qur’ani ini memperkokoh kolaborasi etis, jaga profesionalitas guru, serta bangun kemitraan konstruktif sekolah-wali murid untuk kemajuan siswa.
Ekoteologi dalam Pendidikan Islam: Membangun Kesadaran Spiritual dan Ekologis Peserta Didik Nur Rosidah; Hani Atus Soleha; Lulu’ul Kamaliyah; Mustika Dahlia; Nurlaila Ana
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.364

Abstract

Peningkatan masalah lingkungan mencerminkan krisis kesadran manusi dalam menjaga harmoni alam. Dari sudut pandang islam, manusia bertugas sebagai khalifah di bumi untuk melestarikan lingkungan sebagai Amanah dari Allah SWT. Penelitian ini mengkaji konsep ekoteologi Islam dan relevansinya dengan Pendidikan kontemporer, terutama dalam membangun kesadran ekologis pada peserta didik. Mengadopsi pendekatan kualitatif berupa studi Pustaka (library research), data dikumpul dari literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel terkait ekoteologi, pendidikan Islam serta kesadran lingkungan. Pengumpulan data menggunakan Teknik dokumentasi dianalisis melalui content analysis untuk menungkap konsep, nilai, dan penerapan ekoteologi dalam Pendidikan Islam. Temuan menunjukan bahwa ekoteologi islam menghubungkan manusia, Tuhan, dan alam secara integral melalui tauhid serta Amanah khalifah. Penerapanya dalam Pendidikan Islam. Temuan menunjukan bahwa ekoteologi Islam menghubungkan manusia, Tuhan, dan alam secara integral melalui tauhid serta Amanah khalifah. Penerapanya dalam Pendidikan islam dapat diwujudkan via pengintegrasian nilai ekologis ke dalam kurikulum pembelajaran, budaya sekolah, dan teladan guru. Ekoteologi pun relevan dengan Pendidikan modern karena membentuk karakter peserta didik yang beragama, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab atas kelestarian alam, oleh karena itu, Pendidikan berbasis ekoteologi menawarkan aolusi efektif terhadap krisis lingkungan global dengan menumbuhkan kesadran spiritual-ekologis yang seimbang.
Harmonization of Reason and Revelation in the Islamic Scientific Tradition: A Study of the Concept of Integration of Knowledge at UIN KH. Abdurrahman Wahid, Ibn Tofail, and Ibn Rushd Muhammad Muzaki; Hani Atus Soleha; Naelum Minatika; Mega Nur Fadilah; Arditya Prayogi
Aslama: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/aslama.v3i1.37

Abstract

This study discusses the concept of harmonization of knowledge at UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan as a response to the challenges of modernization and globalization that often separate the spiritual, rational, and local cultural dimensions. Using a qualitative approach with a literature study method, this research thoroughly examines the philosophical basis of the harmonization of knowledge, particularly through Ibn Thufail's thoughts on the encounter between reason and revelation and Ibn Rusyd's ideas on the integration of aqli and naqli. The results of the study show that the harmonization of knowledge is an effort to unite Islamic values, scientific rationality, and local wisdom in a complementary epistemological framework. Ibn Thufail, through the story of Hayy ibn Yaqzhan, emphasizes that reason can guide humans to the truth, but it still requires the guidance of revelation. Meanwhile, Ibn Rushd emphasizes the importance of using demonstrative reason to understand revelation proportionally through the concepts of ittisal and takwil. UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan implements this paradigm through the strengthening of Islamic epistemology, curriculum integration, interdisciplinary research, and the internalization of local cultural values. This integration aims to produce graduates who are intellectually strong, spiritually profound, and socially and culturally competent. This study concludes that the harmonization of knowledge is not merely a combination of religion and science, but a methodological unification process that places revelation, reason, and cultural reality in a coherent and mutually reinforcing relationship.