Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pelaksanaan tradisi Pumpungan di wilayah Tangga Buntung kota Palembang serta menganalisis peran tradisi Pumpungan dalam menjaga keharmonisan dan solidaritas sosial masyarakat Tangga Buntung. Penelitian tersebut menggunakan metode kualitatif dan melakukan wawancara guna menggali informasi yang mendalam mengenai objek yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, tradisi Pumpungan merupakan tradisi yang dibawa oleh masyarakat suku Ogan Komering Ulu yang bermigrasi dan menetap di wilayah Tangga Buntung Kota Palembang. Tradisi ini dilaksanakan untuk anak laki-laki pertama dari suatu keluarga yang akan memasuki jenjang pernikahan, tujuannya untuk mengumpulkan sumbangan dari masyarakat sebagai bentuk dukungan demi terlaksananya acara pernikahan. Tradisi Pumpungan masih dilaksanakan oleh masyarakat Tangga Buntung sampai saat ini. Adapun proses pelaksanaan tradisi Pumpungan di wilayah Tangga Buntung Kota Palembang berlangsung melalui tahapan yang terstruktur, dimulai dari perencanaan melalui musyawarah, pembentukan panitia, persiapan administrasi, penentuan waktu, hingga tahap pelaksanaan inti. Tradisi Pumpungan dapat dipahami sebagai bentuk komunikasi simbolik yang hidup dalam masyarakat, unsur-unsur seperti undangan, kehadiran, pemberian bantuan, hingga interaksi sosial memiliki makna yang disepakati bersama dan berperan sebagai media pembentukan kohesi sosial sekaligus sarana pewarisan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. Setiap tahapan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sarat dengan makna sosial dan simbolik yang mencerminkan nilai gotong royong, kebersamaan, serta tanggung jawab kolektif dalam masyarakat.
Copyrights © 2026