Evaluasi pembelajaran berbasis game (game-based assessment) semakin berkembang dalam pendidikan dasar Islam di Indonesia. Pengabdian ini bertujuan mendampingi siswa dalam penggunaan game edukasi wayground sebagai media evaluasi interaktif pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas III di Madrasah Ibtidaiyah, termasuk dinamika pembelajaran yang muncul selama proses evaluasi berlangsung. Latar belakang pengabdian ini adalah masih dominannya evaluasi konvensional berbasis hafalan yang sering menimbulkan kecemasan belajar pada siswa sekolah dasar. Data diperoleh melalui observasi partisipatif selama pelaksanaan evaluasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan kepala madrasah, serta Focus Group Discussion (FGD) bersama siswa kelas III. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan game edukasi wayground mampu mengubah suasana evaluasi menjadi lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan. Platform ini meningkatkan motivasi intrinsik siswa untuk mempelajari kembali materi PAI secara mandiri serta mendorong partisipasi aktif selama evaluasi berlangsung. Namun, pengabdian juga menemukan adanya kecenderungan siswa menjawab soal secara terburu-buru akibat fitur penilaian berbasis kecepatan. Selain itu, keterbatasan jaringan internet dan perangkat digital masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan evaluasi berbasis teknologi. Oleh karena itu, game edukasi wayground direkomendasikan sebagai alternatif media evaluasi formatif yang inovatif dengan penerapan strategi blended assessment sesuai kondisi madrasah.
Copyrights © 2026