Perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah mempercepat penyebaran berita palsu, sehingga diperlukan sistem deteksi yang akurat, andal, dan mudah diinterpretasikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem deteksi fake news berbahasa Indonesia dengan mengintegrasikan IndoBERT sebagai model klasifikasi teks dan SHAP sebagai pendekatan Explainable Artificial Intelligence (XAI) untuk menjelaskan kontribusi kata terhadap hasil prediksi. Dataset diperoleh dari TurnBackHoax dan Kaggle, kemudian melalui tahapan preprocessing berupa cleaning text, filtering bahasa Indonesia, tokenisasi, serta penyeimbangan data menggunakan random oversampling pada data latih. Dari 5.347 data awal, diperoleh 4.980 data setelah filtering bahasa Indonesia, terdiri atas 3.613 data valid dan 1.367 data hoaks. Data dibagi secara stratifikasi dengan rasio 80% untuk pelatihan dan 20% untuk pengujian. Setelah oversampling, data latih menjadi seimbang dengan masing-masing 2.890 sampel per kelas. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model baseline TF-IDF dan Logistic Regression memperoleh akurasi 77%, sedangkan IndoBERT mencapai akurasi 87%, dengan precision 0,87, recall 0,95, dan F1-score 0,91 pada kelas hoaks. Visualisasi SHAP menunjukkan token penting yang memengaruhi klasifikasi. Hasil ini membuktikan bahwa integrasi IndoBERT dan SHAP efektif meningkatkan deteksi berita palsu sekaligus memberikan transparansi model.
Copyrights © 2026