Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi gaya bahasa dan estetika naratif dalam tulisan Djoeari Soebardja berjudul “Memahami Basuki Abdullah”. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutik dan analisis naratif, studi ini mengkaji pilihan diksi, struktur paragraf, penggunaan metafora, serta strategi retorika yang membentuk konstruksi wacana seni. Hasil analisis menunjukkan bahwa Djoeari memadukan gaya deskriptif realis dengan refleksi kritis atas konteks sejarah dan ideologis, sehingga menghasilkan tekstur naratif yang bersifat dialogis dan intertekstual. Aspek estetika tampak dalam keselarasan ritme kalimat, padu padan istilah teknis seni rupa, dan penempatan kutipan visual yang memperkaya pemaknaan. Penelitian ini menggarisbawahi peran bentuk teks sebagai medium episentrum produksi makna artistik, sekaligus membuka ruang bagi pemahaman baru tentang Basuki Abdullah bukan sekadar pelukis populer, melainkan subjek yang karyanya sarat lapisan ideologis. Temuan ini memperluas diskursus seni rupa Indonesia dengan menegaskan pentingnya analisis tekstual-estetis dalam studi sejarah seni. Kata Kunci: Djoeari Soebardja,Basuki Abdullah,gaya bahasa,hermeneutik.
Copyrights © 2026