Kecemasan akademik merupakan salah satu permasalahan psikologis yang kerap dialami peserta didik dalam proses pembelajaran. Ketika kecemasan akademik tidak tertangani secara tepat, kondisi ini berpotensi memicu munculnya Learned Helplessness, yakni kondisi psikologis di mana peserta didik merasa tidak berdaya, pasif, dan kehilangan motivasi untuk berusaha. Artikel ini bertujuan mengkaji hubungan konseptual antara kecemasan akademik sebagai pemicu Learned Helplessness pada peserta didik serta menelaah solusi yang ditawarkan perspektif pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitik terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecemasan akademik yang berkepanjangan memperlemah efikasi diri, mendistorsi konsep diri peserta didik ke arah negatif, dan pada akhirnya membentuk pola Learned Helplessness. Pendidikan Islam menawarkan solusi komprehensif melalui internalisasi nilai-nilai tawakal, sabar, syukur, dan dzikrullah yang terbukti secara empiris mampu meredam kecemasan dan membangun ketahanan mental peserta didik. Kebaruan artikel ini terletak pada integrasi dua konstruk psikologi pendidikan kecemasan akademik dan Learned Helplessness dalam satu kerangka analisis perspektif pendidikan Islam yang belum banyak dikaji sebelumnya. Implikasi penelitian ini relevan bagi pendidik, konselor, dan pengembang kurikulum pendidikan Islam dalam merancang intervensi berbasis nilai-nilai Islami untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis peserta didik.
Copyrights © 2026