Batik merupakan salah satu industri tradisional yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan bahan kimia yang dapat menyebabkan dermatitis kontak pada pekerja. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi faktor yang meningkatkan risiko tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pengrajin batik terkait pencegahan dermatitis kontak serta menganalisis efektivitas edukasi K3 dalam meningkatkan pengetahuan tersebut. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test pada 30 pengrajin batik di Sukapura, Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi yang diberikan melalui metode ceramah dan media leaflet. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 49,57 menjadi 77,70 setelah edukasi. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,001). Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi K3 efektif dalam meningkatkan pengetahuan pengrajin batik mengenai pencegahan dermatitis kontak. Edukasi yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku kerja yang lebih aman.
Copyrights © 2026