Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah

PELESTARIAN GASTRONOMI KHAS BETAWI SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA JAKARTA DI ERA MODERNISASI

Rosyida Panchastity (Institut Pariwisata Trisakti)
Doni Muhardiansyah (Institut Pariwisata Trisakti)
Sri Sulartiningrum (Institut Pariwisata Trisakti)
Nurbaeti Nurbaeti (Institut Pariwisata Trisakti)



Article Info

Publish Date
29 May 2026

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the role of Betawi gastronomy as a regional cultural identity amidst the challenges of modernization and globalization and to identify factors that threaten the existence of traditional Betawi culinary arts. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques such as indepth interviews, participant observation and documentation studies. The results of the study indicate that Betawi culinary arts have deep cultural values and play an important role in expressing the cultural identity of the Betawi people. However, this culinary arts are increasingly threatened with extinction due to lifestyle changes, globalization, urbanization and the lack of effective regeneration and preservation. Based on a SWOT analysis, the strength of Betawi culinary arts lies in the uniqueness of recipes and cultural heritage, while its weakness is limited documentation and effective promotion. The greatest opportunities lie in culinary tourism trends and digitalization of promotions, while the threats are the dominance of modern foods and the difficulty of obtaining traditional ingredients. The implication of this study is the importance of systematic and collaborative preservation policies to ensure the sustainability of Betawi gastronomy.Keywords:  Betawi Gastronomy; Cultural Identity; Traditional Cuisine; SWOTAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gastronomi khas Betawi sebagai identitas budaya daerah di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terancamnya eksistensi kuliner tradisional Betawi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuliner Betawi memiliki nilai budaya yang mendalam dan berperan penting dalam mengekspresikan identitas budaya masyarakat Betawi. Namun, kuliner ini semakin terancam punah akibat perubahan gaya hidup, globalisasi, urbanisasi dan kurangnya regenerasi serta pelestarian yang efektif. Berdasarkan analisis SWOT, kekuatan kuliner Betawi terletak pada keunikan resep dan warisan budaya, sementara kelemahannya adalah terbatasnya dokumentasi dan promosi yang efektif. Peluang terbesar terletak pada tren wisata kuliner dan digitalisasi promosi, sedangkan ancamannya berupa dominasi makanan modern dan kesulitan memperoleh bahan tradisional. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya kebijakan pelestarian yang sistematis dan kolaboratif untuk memastikan keberlanjutan gastronomi Betawi.Kata Kunci:  Gastronomi Betawi; Identitas Budaya; Kuliner Tradisional; SWOT

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kepariwisataan

Publisher

Subject

Arts Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Library & Information Science Social Sciences

Description

Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel atau naskah yang berorientasi pada bidang kepariwisataan, dimana naskah atau artikel tersebut belum pernah dipublikasikan di media lain atau sedang dikirim ke penerbit lain. Artikel atau naskah yang dipublikasikan adalah hasil ...