Artikel ini mengkaji problematika administrasi guru dan keterkaitannya dengan realitas kognisi hafalan Al-Qur’an pada siswa jenjang SD/MI. Melalui pendekatan studi pustaka, kajian ini mensintesis berbagai literatur tentang beban administratif guru, perkembangan kognitif anak, teori beban kognitif, serta strategi pembelajaran tahfidz yang adaptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru PAI/Tahfidz menghadapi tuntutan ganda, yaitu menjalankan fungsi pedagogis sekaligus memenuhi kewajiban administratif berupa penyusunan perangkat ajar, asesmen, pelaporan, supervisi, dan dokumen kurikulum. Beban tersebut berpotensi mengurangi waktu, energi, dan fokus guru dalam memberikan pendampingan hafalan secara personal. Padahal, siswa SD/MI masih berada pada tahap perkembangan kognitif yang membutuhkan arahan bertahap, pengulangan terstruktur, koreksi langsung, suasana emosional aman, serta strategi belajar yang sesuai dengan kapasitas memori kerja dan rentang perhatian. Minimnya interaksi pedagogis dapat meningkatkan beban kognitif, memperlemah retensi hafalan, dan menimbulkan tekanan belajar. Oleh karena itu, penyederhanaan administrasi, penguatan dukungan sekolah, penerapan Student-Centered Learning, scaffolding, muraja’ah terjadwal, serta tutor sebaya diperlukan untuk membangun ekosistem tahfidz yang lebih ramah kognisi anak dan tetap menjaga profesionalisme guru.
Copyrights © 2026