Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikelola secara tepat. Selain pengendalian penyakit, aspek pengelolaan obat pada pasien DM juga menjadi hal penting, khususnya terkait penyimpanan dan pemusnahan obat kedaluwarsa di tingkat rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit DM, faktor risiko, serta pengelolaan obat DM melalui edukasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan dasar. Kegiatan dilaksanakan di Dukuh Tanjung, Desa Bakalan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 14–15 November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional dengan apoteker dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Sukoharjo. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata post-test sebesar 80,8 dibandingkan nilai rata-rata pre-test sebesar 55,6. Selain itu, hasil evaluasi kepuasan mitra menunjukkan kategori sangat baik dengan skor rata-rata di atas 3,5 pada skala Likert. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi apoteker dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis kefarmasian dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait pencegahan penyakit DM serta pengelolaan obat secara tepat di tingkat rumah tangga
Copyrights © 2026