Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kepemimpinan kepala sekolah dalam kondisi rangkap jabatan serta dampaknya terhadap mutu pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui analisis berbagai pemberitaan media daring terkait fenomena kepala sekolah yang merangkap jabatan. Data diperoleh dari berita nasional dan media pendidikan yang memuat kasus rangkap jabatan kepala sekolah pada periode 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangkap jabatan menimbulkan berbagai permasalahan, seperti konflik peran, ketidakjelasan tugas, dan kelebihan beban kerja yang berdampak pada menurunnya efektivitas kepemimpinan. Kondisi tersebut menyebabkan kepala sekolah kehilangan fokus dalam menjalankan tugas utama, lemahnya sistem pengawasan dan transparansi sekolah, serta terabaikannya fungsi pembinaan dan pengembangan mutu pendidikan. Penelitian ini juga menemukan bahwa praktik rangkap jabatan dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia dan lemahnya sistem regenerasi kepala sekolah. Oleh karena itu, diperlukan pembatasan rangkap jabatan, pembagian tugas yang jelas, penguatan sistem pengawasan, serta persiapan calon kepala sekolah secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kepemimpinan dan efektivitas lembaga pendidikan.
Copyrights © 2026