Kajian mengenai disabilitas menjadi penting di tengah narasi sekuler terhadapnya. Penting mengingat disabilitas merupakan bagian dari ciptaan Allah yang secara teologis sudah diciptakan sebaik mungkin. Landasan epistemologi Islam dari Al-Qur'an dan Hadits secara tegas menolak standar normalitas biologis dan menetapkan bahwa nilai universal manusia berpusat pada ketakwaan, hati, dan ketahanan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dimensi ontologis disabilitas dalam lanskap filsafat Islam, serta bagaimana diskursus ini berkaitan dengan keadilan metafisik (al-‘adl al-ilahi). Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (Library Research) dengan metode analisis isi terhadap pemikiran para filsuf Muslim klasik. Penelitian ini menemukan bahwa disabilitas dalam kosmologi Islam tidak dipandang sebagai produk cacat ciptaan atau kegagalan ontologis. Namun sebaliknya, disabilitas adalah manifestasi dari keragaman eksistensial (tasykik al-wujud) ciptaan Allah. Keadilan metafisik Allah tidak diukur dari keseragaman fisik makhluk, melainkan pada pemenuhan potensi esensial-spiritual manusia menuju kesempurnaan hakiki (al-kamal al-haqiqi). Melalui dialektika kritis, artikel ini menunjukkan bagaimana filsafat Islam berhasil melakukan demitologisasi dan emansipasi eksistensial terhadap tubuh disabilitas dengan menggeser parameter normalitas dari dimensi material-kuantitatif menuju substansial-kualitatif.
Copyrights © 2026