Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Gaya hidup seperti aktivitas fisik dan konsumsi kopi diduga memengaruhi tekanan darah, namun pengaruhnya masih perlu diteliti lebih lanjut, terutama di wilayah kerja Puskesmas Pahandut yang memiliki karakteristik aktivitas harian dan konsumsi kopi yang bervariasi. Fenomena yang ditemukan menunjukkan tingginya angka hipertensi pada usia pralansia, di mana pasien hipertensi cenderung kurang melakukan aktivitas fisik dan mengonsumsi kopi lebih dari dua gelas per hari. Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan konsumsi kopi dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pahandut tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 40 responden hipertensi yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah (p = 0,640), maupun antara konsumsi kopi dengan tekanan darah (p = 0,279). Mayoritas responden (92,5%) memiliki aktivitas fisik sedang dan sebagian besar (77,5%) berada dalam kategori hipertensi stage 1. Kesimpulan: Aktivitas fisik maupun konsumsi kopi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pahandut. Diperlukan kajian lanjutan yang mempertimbangkan faktor durasi, intensitas aktivitas, serta jenis kopi dan sensitivitas individu terhadap kafein.
Copyrights © 2026