Abtrak: Integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan menawarkan solusi disrupsi untuk mentransformasi model pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI dalam meningkatkan kualitas pendidikan, mengidentifikasi manfaat operasional, serta memetakan tantangan sistemik di lapangan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif-deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur sistematis, observasi platform adaptif, serta wawancara mendalam terhadap para pendidik dan praktisi teknologi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI mengkristal pada empat domain utama, meliputi pembelajaran adaptif, asisten virtual, analitik data belajar, dan otomatisasi penilaian akademik. Implementasi ini terbukti memberikan dampak positif berupa akselerasi personalisasi pembelajaran siswa dan efisiensi waktu kerja guru, yang sangat relevan dengan pemenuhan esensi kebijakan Kurikulum Merdeka. Kendati demikian, adopsi teknologi pintar ini masih membentur hambatan krusial berupa keterbatasan infrastruktur digital, kerentanan privasi data siswa, dan kesenjangan kompetensi pedagogis berbasis digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa melalui perencanaan taktis, pelatihan terstruktur, dan regulasi etis yang ketat, AI dapat menjadi katalisator inovasi pendidikan inklusif abad ke-21. Sinergi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan ekosistem teknologi pendidikan yang berkelanjutan. Kata kunci: Kecerdasan Buatan, Kualitas Pendidikan, Pembelajaran Adaptif, Kompetensi Digital. Abstract: The integration of Artificial Intelligence (AI) in education offers disruptive solutions to transform conventional learning models. This study aims to explore the utilization of AI in improving education quality, identify operational benefits, and map systemic challenges in the field. Utilizing a qualitative approach with an exploratory-descriptive design, data were gathered through a systematic literature review, adaptation platform observations, and in-depth interviews with educators and educational technology practitioners. The results indicate that AI utilization crystallizes into four primary domains: adaptive learning, virtual assistants, learning analytics, and academic assessment automation. This implementation significantly accelerates personalized learning for students and enhances teachers' time efficiency, which is highly relevant to fulfilling the essence of the Merdeka Belajar curriculum policy. However, the adoption of this smart technology still encounters crucial hurdles, including limited digital infrastructure, student data privacy vulnerabilities, and digital-based pedagogical competency gaps. This study concludes that through tactical planning, structured training, and strict ethical regulations, AI can serve as a catalyst for 21st-century inclusive educational innovation. Cross-sector synergy is highly required to establish a sustainable educational technology ecosystem. Keywords: Adaptive Learning, Artificial Intelligence, Digital Competence, Education Quality.
Copyrights © 2024