Industri beton pracetak di Indonesia menghadapi tantangan signifikan akibat ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan pasar yang fluktuatif. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan perencanaan produksi untuk meminimasi deviasi produksi serta permintaan pada CV. Lantai Mas, produsen beton pracetak di Bojonegoro yang memproduksi 38 varian produk. Metode penelitian mengintegrasikan klasifikasi ABC dan ADI-CV² untuk pemetaan prioritas produk, peramalan permintaan menggunakan Single Exponential Smoothing, Double Exponential Smoothing, Weighted Moving Average, dan Syntetos-Boylan Approximation, serta optimasi produksi dengan pendekatan Weighted Goal Programming. Selanjutnya, penjadwalan harian dilakukan menggunakan metode Finite Capacity Scheduling untuk memastikan kelayakan operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Goal Programming berhasil mengurangi total produksi dari 2.565.453 unit menjadi 1.767.905 unit (penurunan 31,1%), menurunkan kebutuhan luas gudang paving dari 2.200 m² menjadi 1.109 m², dan mempertahankan keuntungan minimal Rp200.000.000 per bulan. Penjadwalan Finite Capacity Scheduling menghasilkan 268 hari produksi yang feasible selama 12 bulan dengan mempertimbangkan kapasitas mesin, hari kerja efektif, dan keterbatasan sumber daya.
Copyrights © 2026