Efisiensi energi merupakan aspek krusial dalam pengembangan kendaraan listrik untuk mengoptimalkan jarak tempuh baterai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa pengereman regeneratif (regenerative braking) pada motor listrik Brushless DC (BLDC) berdaya 10 kW menggunakan instrumen penganalisis daya presisi tinggi. Pengujian dilakukan di atas mesin chassis dynamometer (Dynojet) dengan tiga variasi simulasi beban kendaraan, yaitu tanpa penumpang, setengah penumpang, dan penuh penumpang, di mana masing-masing skenario dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan (run) dengan interval perekaman data setiap 2 detik menggunakan Power Analyzer PW6001-16. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi pengereman regeneratif optimal justru dicapai pada kondisi setengah penumpang dengan efisiensi sebesar 14,32% dan penghematan energi rata-rata sebesar 4,44 Wh. Kondisi tanpa penumpang menghasilkan efisiensi sebesar 13,55% dengan energi regeneratif rata-rata -5,98 Wh. Sementara itu, kondisi penuh penumpang menunjukkan penurunan efisiensi yang signifikan menjadi 7,93% dengan energi regeneratif -5,32 Wh, meskipun total konsumsi energi aktifnya paling tinggi sebesar 67,13 Wh. Terjadi malfungsi pembacaan mekanis pada sensor kecepatan (RPM) selama beban penuh akibat getaran ekstrem di atas roller dyno, namun parameter kelistrikan tetap terekam secara akurat. Selain itu, ditemukan bahwa batas daya pengereman regeneratif maksimum konstan pada kisaran -1,21 kW hingga -1,23 kW di seluruh variasi pengujian sebagai bentuk proteksi sistem pengendali kendaraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan beban kendaraan tidak selalu meningkatkan efisiensi pengereman regeneratif karena adanya batasan torsi elektris motor dan dominasi pengereman mekanis pada beban puncak.
Copyrights © 2026