Perkembangan industri skincare di Indonesia yang semakin pesat menyebabkan persaingan antar produk menjadi semakin tinggi sehingga pelaku usaha perlu menentukan produk terlaris secara tepat dan objektif. Penentuan produk unggulan sangat penting karena dapat membantu proses pengelolaan stok barang, evaluasi penjualan, serta penyusunan strategi pemasaran. Namun, masih banyak toko kosmetik yang menentukan produk terlaris secara manual berdasarkan perkiraan dan penilaian subjektif sehingga keputusan yang dihasilkan kurang efektif. Oleh karena itu, diperlukan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membantu proses pengambilan keputusan berdasarkan data penjualan dan kriteria tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan metode Weighted Product (WP) dan Simple Additive Weighting (SAW) dalam menentukan produk skincare terlaris pada Toko Asyifa Kosmetik. Data yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari data faktur penjualan yang meliputi jumlah produk terjual, harga produk, dan total transaksi penjualan. Kriteria yang digunakan terdiri dari jumlah produk terjual sebagai kriteria benefit, harga produk sebagai kriteria cost, dan total penjualan sebagai kriteria benefit. Metode WP melakukan proses perhitungan menggunakan operasi perkalian dan pembobotan, sedangkan metode SAW menggunakan proses normalisasi dan penjumlahan terbobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan perangkingan yang sama dimana produk Sabun RDL menjadi produk skincare terlaris. Pada metode WP, Sabun RDL memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,323 sedangkan pada metode SAW memperoleh nilai preferensi sebesar 0,807. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa kedua metode efektif digunakan dalam mendukung pengambilan keputusan penentuan produk skincare unggulan. Namun, metode SAW lebih mudah dipahami karena proses perhitungannya lebih sederhana, sedangkan metode WP menghasilkan pembobotan yang lebih proporsional.
Copyrights © 2026