Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat turnover intention pada operator produksi di sektor manufaktur yang berpotensi mengganggu stabilitas tenaga kerja dan produktivitas perusahaan. Fenomena tersebut umumnya dipengaruhi oleh tingginya workload, kondisi burnout, serta rendahnya work engagement karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh workload terhadap turnover intention melalui burnout dan work engagement pada operator produksi PT FCC Indonesia Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian terdiri atas operator produksi PT FCC Indonesia Karawang dengan sampel sebanyak 138 responden yang ditentukan menggunakan teknik probability sampling melalui metode simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workload memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap burnout serta berpengaruh negatif terhadap work engagement. Selain itu, workload dan burnout terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, sedangkan work engagement berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa work engagement mampu memediasi pengaruh workload dan burnout terhadap turnover intention. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan beban kerja dan kelelahan kerja dapat meningkatkan kecenderungan karyawan untuk meninggalkan organisasi, sementara tingginya keterikatan kerja mampu menekan niat tersebut. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengelola beban kerja secara proporsional, mengurangi risiko burnout, serta meningkatkan work engagement guna menurunkan tingkat turnover intention karyawan.
Copyrights © 2026