Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengawasan dan digitalisasi sistem kerja terhadap kinerja karyawan melalui efektivitas kerja sebagai variabel intervening pada PTPN 1 Regional 7 Kebun Ketahun Bengkulu Utara. Latar belakang penelitian didasari oleh masih ditemukannya permasalahan terkait kinerja karyawan, seperti perbedaan pencapaian target kerja antar bagian, keterlambatan penyampaian laporan kegiatan lapangan, serta belum optimalnya pemanfaatan sistem kerja berbasis digital oleh seluruh karyawan. Kondisi tersebut menuntut adanya sistem pengawasan yang efektif, penerapan digitalisasi sistem kerja yang menyeluruh, serta peningkatan efektivitas kerja guna mendukung kinerja karyawan secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan asosiatif kausal dengan desain survei kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan tetap PTPN 1 Regional 7 Kebun Ketahun Bengkulu Utara yang berjumlah 184 orang, dengan teknik total sampling (sensus) sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan alat bantu SmartPLS versi 4. Variabel penelitian meliputi pengawasan (X₁), digitalisasi sistem kerja (X₂), efektivitas kerja (Z), dan kinerja karyawan (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan dan digitalisasi sistem kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung (T-statistik masing-masing sebesar 3,200 dan 3,086) maupun secara tidak langsung melalui efektivitas kerja sebagai variabel intervening penuh (T-statistik 4,095 dan 3,793). Efektivitas kerja juga terbukti memiliki pengaruh terkuat terhadap kinerja karyawan dengan T-statistik 6,693. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris dan praktis bagi pengembangan kebijakan manajemen sumber daya manusia di PTPN 1 Regional 7 Kebun Ketahun Bengkulu Utara.
Copyrights © 2026