Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pengawasan Dan Digitalisasi Sistem Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Efektivitas Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada PTPN 1 Regional 7 Kebun Ketahun Bengkulu Utara Ayu Rizki Fitriana; Fauzan Fauzan; Oka Adittio Putra
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengawasan dan digitalisasi sistem kerja terhadap kinerja karyawan melalui efektivitas kerja sebagai variabel intervening pada PTPN 1 Regional 7 Kebun Ketahun Bengkulu Utara. Latar belakang penelitian didasari oleh masih ditemukannya permasalahan terkait kinerja karyawan, seperti perbedaan pencapaian target kerja antar bagian, keterlambatan penyampaian laporan kegiatan lapangan, serta belum optimalnya pemanfaatan sistem kerja berbasis digital oleh seluruh karyawan. Kondisi tersebut menuntut adanya sistem pengawasan yang efektif, penerapan digitalisasi sistem kerja yang menyeluruh, serta peningkatan efektivitas kerja guna mendukung kinerja karyawan secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan asosiatif kausal dengan desain survei kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan tetap PTPN 1 Regional 7 Kebun Ketahun Bengkulu Utara yang berjumlah 184 orang, dengan teknik total sampling (sensus) sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan alat bantu SmartPLS versi 4. Variabel penelitian meliputi pengawasan (X₁), digitalisasi sistem kerja (X₂), efektivitas kerja (Z), dan kinerja karyawan (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan dan digitalisasi sistem kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung (T-statistik masing-masing sebesar 3,200 dan 3,086) maupun secara tidak langsung melalui efektivitas kerja sebagai variabel intervening penuh (T-statistik 4,095 dan 3,793). Efektivitas kerja juga terbukti memiliki pengaruh terkuat terhadap kinerja karyawan dengan T-statistik 6,693. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris dan praktis bagi pengembangan kebijakan manajemen sumber daya manusia di PTPN 1 Regional 7 Kebun Ketahun Bengkulu Utara.
Pengaruh Kompetensi Digital Dan Cyberloafing Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Disiplin Kerja Sebagai Variabel Intervening Dikantor Dukcapil Kabupaten Bengkulu Tengah Denti Yunida; Fauzan Fauzan; Okka Adittio Putra
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi digital dan cyberloafing terhadap kinerja pegawai dengan disiplin kerja sebagai variabel intervening di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian dilatarbelakangi oleh digitalisasi pelayanan publik yang menuntut kompetensi digital tinggi, namun membuka peluang perilaku cyberloafing yang berpotensi menurunkan kinerja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan populasi seluruh pegawai Dukcapil Kabupaten Bengkulu Tengah berjumlah 43 orang menggunakan teknik sampling jenuh (sensus). Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1-5, studi pustaka, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja pegawai (T=1,335; p=0,182), namun berpengaruh positif signifikan terhadap disiplin kerja (T=6,248; p=0,000). Cyberloafing tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (T=0,117; p=0,907), namun berpengaruh positif signifikan terhadap disiplin kerja (T=13,299; p=0,000). Disiplin kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai (T=2,866; p=0,004). Pengujian mediasi menunjukkan kompetensi digital berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai melalui disiplin kerja (T=2,544; p=0,011), dan cyberloafing berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai melalui disiplin kerja (T=2,856; p=0,004). Disiplin kerja terbukti mampu memediasi hubungan kedua variabel bebas terhadap kinerja pegawai.
Pengaruh Supportive Leadership dan Work Engagement terhadap Kinerja Karyawan dengan Loyalitas Karyawan sebagai Variabel Mediasi Mohammad Reihan Idrus; Fauzan Fauzan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Supportive Leadership dan Work Engagement terhadap kinerja karyawan dengan loyalitas karyawan sebagai variabel mediasi pada PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Bengkulu. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih belum meratanya peningkatan kinerja karyawan meskipun kepemimpinan suportif dan mekanisme keterlibatan kerja telah diterapkan, serta adanya variasi loyalitas karyawan yang cukup besar di lingkungan perusahaan pembiayaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan seluruh karyawan PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Bengkulu yang berjumlah 69 orang dijadikan sebagai sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Supportive Leadership tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (T-statistics = 0,886; P-value = 0,376), sedangkan Work Engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (T-statistics = 3,522; P-value = 0,000). Loyalitas karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (T-statistics = 4,253; P-value = 0,000). Selain itu, loyalitas karyawan terbukti mampu memediasi pengaruh Supportive Leadership dan Work Engagement terhadap kinerja karyawan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa loyalitas karyawan merupakan variabel mediasi penting dalam mendorong kinerja karyawan di sektor pembiayaan.