Abstrak PT Multi Ocean Shipyard (MOS) merupakan perusahaan pembuatan dan reparasi kapal yang berlokasi di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Indonesia. Untuk membantu kegiatan operasionalnya, perusahaan ini mengandalkan material dan peralatan pembangunan kapal impor yang diperoleh dari beberapa pemasok luar negeri, sebagian besar berasal dari Singapura. Penelitian ini menguji penerapan metode optimasi transportasi untuk meminimalkan biaya distribusi material impor yang dikirimkan dari tiga pemasok utama ke tiga fasilitas gudang di lingkungan perusahaan. Penelitian ini menggunakan catatan transaksi impor tahun 2020–2021. Selama periode tersebut, MOS mencatat 1.087 transaksi impor dengan volume material kumulatif sebesar 548.336,43 kg(52wmb.com, 2022). Tiga pendekatan transportasi digunakan untuk memperoleh solusi awal yang layak, yaitu Metode North West Corner (NWC), Metode Least Cost (LCM), dan Metode Aproksimasi Vogel (VAM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa VAM menghasilkan alokasi awal yang paling efisien di antara metode yang diuji(Purba, 2024). dengan biaya transportasi sebesar Rp487.500.000. Nilai ini menghemat Rp12.500.000 dibandingkan dengan metode NWC dan Rp7.500.000 dibandingkan dengan pendekatan LCM. Setelah proses optimasi MODI, biaya distribusi minimum yang dapat dicapai menurun menjadi Rp485.000.000. Dengan demikian, diperoleh pengurangan biaya sekitar 3% relatif terhadap solusi NWC dan 0,5% relatif terhadap solusi VAM.
Copyrights © 2026