Penelitian ini didasari rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas V dalam pembelajaran IPAS di MI Darussalam, Kota Bandung. Observasi menunjukkan siswa masih ragu menyampaikan pendapat dan menjawab pertanyaan guru. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan peningkatan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diajar dengan model Think, Talk, Write (TTW) dan Direct Instruction, serta mendeskripsikan proses pembelajaran pada kedua kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen non-equivalent control group design. Data diperoleh melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TTW meningkatkan hasil tes berpikir kritis dan membuat interaksi siswa lebih aktif, kolaboratif, dan percaya diri. Nilai rata-rata pre-test dan post-test kelas eksperimen naik dari 66,33 menjadi 82,58, sedangkan kelas kontrol dari 62,61 menjadi 69,91. Keterlaksanaan model di kelas eksperimen mencapai 93% dan di kelas kontrol 89% (keduanya kategori “Sangat Baik”). Uji N-Gain menunjukkan perbedaan peningkatan signifikan (p < 0,001): kelas eksperimen 50,29% (kategori sedang) dan kelas kontrol 21,39% (kategori rendah). Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif TTW efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS di Madrasah Ibtidaiyah
Copyrights © 2026