Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi penyuluh pertanian terhadap adopsi inovasi teknologi berbasis karakter tanggung jawaboleh petani pada Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Desa Harapan Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat. Kompetensi penyuluh pertanian mencakup empat dimensi utama, yaitu kompetensi teknis, manajerial, sosial, dan andragogi, yang secara kolektif menentukan kualitas proses penyuluhan dan keberhasilan transfer teknologi pertanian kepada petani. Adopsi inovasi teknologi diukur berdasarkan lima tahapan proses adopsi Rogers, yaitu tahap kesadaran, minat, evaluasi, uji coba, dan penerapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Populasi penelitian adalah seluruh petani anggota kelompok tani di WKPP Desa Harapan Makmur yang berjumlah 85 orang, dengan sampel 68 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert (1–5) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data mencakup uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi penyuluh pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi inovasi teknologi oleh petani, dengan koefisien regresi sebesar 0,742 dan nilai t hitung 9,893 (sig. 0,000 < 0,05). Nilai R² sebesar 0,598 menunjukkan bahwa 59,8% variasi adopsi inovasi teknologi berbasis karakter tanggung jawab dapat dijelaskan oleh kompetensi penyuluh pertanian. Simpulan penelitian menegaskan bahwa peningkatan kompetensi penyuluh pertanian secara komprehensif merupakan kunci strategis dalam mempercepat adopsi inovasi teknologi teknologi berbasis karakter tanggung jawab oleh petani demi mewujudkan pertanian yang modern dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025