Latar Belakang: Pelaksanaan perkuliahan yang efektif memerlukan dukungan bahan ajar interaktif untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Namun, pada mata kuliah Kajian Kurikulum Sekolah Dasar, ketersediaan bahan ajar interaktif masih minim sehingga sumber belajar kurang beragam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan bahan ajar berupa Lembar Kerja Mahasiswa (LKM). Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif sebagai tahap awal pengembangan, dengan instrumen angket berbasis Google Form. Subjek penelitian adalah 138 mahasiswa Program Studi PGSD. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 89,1–97,8% mahasiswa membutuhkan sumber belajar yang relevan, 52,2–80,4% menyatakan dosen perlu mengembangkan bahan ajar yang sesuai, dan 58,7–93,5% menginginkan bahan ajar dalam bentuk elektronik agar lebih praktis. Temuan ini mengindikasikan adanya kebutuhan kuat terhadap pengembangan bahan ajar yang relevan dan inovatif. Kesimpulan: Mahasiswa PGSD Universitas Nusantara PGRI Kediri membutuhkan bahan ajar yang relevan dan berbasis elektronik, sehingga dosen perlu mengembangkan LKM yang sesuai untuk mendukung efektivitas perkuliahan Kajian Kurikulum Sekolah Dasar.
Copyrights © 2026