Kelompok Tani Hutan (KTH) Padang Liwar di Kecamatan Bajuin, Pleihari, memiliki potensi besar dalam produksi kolang-kaling. Namun, kendala rendahnya harga jual bahan mentah yang hanya berkisar Rp15.000/kg serta daya simpan yang sangat singkat, di mana produk mengalami kerusakan tekstur dan aroma hanya dalam waktu satu minggu. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian anggota KTH melalui strategi diversifikasi produk dan perbaikan teknik pengemasan.Metode yang digunakan meliputi pelatihan intensif pengolahan kolang-kaling dengan penambahan variasi warna alami dan rasa buah-buahan untuk meningkatkan daya tarik konsumen, serta edukasi teknik pengemasan (packing) yang higienis. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatanpada nilai jual produk dengan harga Rp 10.000. pouch. Melalui diversifikasi rasa dan pewarnaan menarik, kolang-kaling yang telah dikemas mampu menarik minat pembeli lebih luas dibandingkan saat dijual mentah. Selain itu, inovasi pada proses pengolahan dan penyimpanan di suhu dingin (kulkas) terbukti efektif memperpanjang masa simpan produk hingga satu bulan tanpa mengalami kerusakan dari rasa dan warna. Kesimpulannya, program diversifikasi ini berhasil memberikan nilai tambah ekonomi dan menjadi solusi atas permasalahan daya simpan, sehingga mampu memperkuat ketahanan finansial anggota KTH Padang Liwar.
Copyrights © 2026