Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Aqidah Moral kelas VIII MTs dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Diharapkan model TPS dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam berdiskusi, berbagi ide, dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TPS dapat meningkatkan partisipasi siswa, pemahaman konsep, dan hasil belajar mereka. Hal ini tercermin dalam peningkatan nilai rata-rata ujian dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif Think Pair Share telah terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar Aqidah Akhlak bagi siswa kelas VIII MTs. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Aqidah Akhlak kelas VIII di MTsN 1 Kolaka? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana meningkatkan hasil belajar ketika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share pada kelas Aqidah Akhlak VIII.6 “Kepercayaan Diri” di MTsN 1 Kolaka. Metode penelitian yang digunakan meliputi jenis penelitian berupa penelitian tindakan kelas (PTK); Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Kolaka, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka. Prosedur penelitian yang dilakukan meliputi empat tahap, perencanaan yaitu tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi; Instrumen penelitian berupa lembar observasi guru dan siswa serta lembar tes hasil belajar teknis, analisis data observasi, dan tes analisis hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS), hasil belajar siswa meningkat pada tes pra-siklus, mencapai kesempurnaan belajar klasik siswa sebesar 50%, pada pelaksanaan tindakan di siklus I, 70%, dan pada siklus II, mencapai kesempurnaan belajar sebesar 100%.
Copyrights © 2025