Andi Nurul Aulia
Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AL – QUR’AN HADITS DI MADRASAH ALIYAH AL-HUDZAIFIYYAH KOLAKA SALMAN; HARTONO; Andi Nurul Aulia
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah (JTPM)
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadits melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode Two Stay Two Stray (TSTS) di Madrasah Aliyah Swasta Al-Hudzaifiyyah Kolaka. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa metode pembelajaran konvensional seperti ceramah dan tanya jawab cenderung monoton, dengan rata-rata nilai kelas sebesar 65, jauh di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75, dan tingkat ketuntasan klasikal hanya 20%. Penerapan model TSTS dilakukan dalam dua siklus. Pada siklus I, meskipun terdapat peningkatan keterlibatan siswa, pembelajaran masih menghadapi kendala seperti durasi ceramah yang terlalu panjang dan kurang optimalnya bimbingan guru selama diskusi. Refleksi siklus I menghasilkan strategi perbaikan, seperti memperpendek durasi ceramah, meningkatkan pembimbingan, dan memotivasi siswa untuk lebih aktif. Siklus II menunjukkan hasil yang lebih baik, dengan rata-rata nilai mencapai 74 dan ketuntasan klasikal sebesar 70%. Aktivitas guru dan siswa juga meningkat, masing-masing mencapai kategori "Amat Baik" dan "Baik". Model Two Stay Two Stray (TSTS) terbukti efektif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif, serta meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Meskipun demikian, beberapa siswa masih memerlukan pendekatan individual, optimalisasi diskusi kelompok, dan motivasi tambahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan dan menjadi solusi untuk mengatasi kejenuhan siswa terhadap pembelajaran yang monoton.
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA KELAS XII PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMK NEGERI 7 KOLAKA ASWAR INDRA SETIAWAN; MUHAMMAD ASRA; ANDI NURUL AULIA
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan Madarasah
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh kurangnya minat belajar siswa dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam, khususnya di kelas XII SMK Negeri 7 Kolaka. Hal ini terlihat ketika ada beberapa siswa di kelas yang tidak berpartisipasi dalam proses belajar, tetapi berkumpul di tempat yang sepi, di kelas yang kosong dan tertidur di kelas ketika pelajaran dimulai. Dan tidak hanya itu, ketika guru memberikan tugas rumah tetapi tugas tersebut dikerjakan di sekolah, bahkan ada yang tidak mengerjakan tugas sama sekali. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Faktor apa saja yang menghambat minat belajar siswa di SMK Negeri 7 Kolaka dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam? (2) Faktor apa saja yang menghambat minat belajar siswa di SMK Negeri 7 Kolaka dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam? Metode penelitian yang digunakan meliputi jenis penelitian studi kasus observasional dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII di SMK Negeri 7 Kolaka. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara itu, instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, lembar wawancara, dan lembar dokumentasi. Kemudian, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian validitas data menggunakan Kredibilitas, Transferabilitas, Dependabilitas, dan Konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa di kelas meningkat. Dalam hal ini, Bapak Muja menggunakan metode dengan memberikan tugas individu atau tugas kelompok kepada siswa dan menjadi guru yang menyenangkan. Dalam proses meningkatkan minat belajar siswa, terdapat dua faktor yang tidak dapat dipisahkan, yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat yang memengaruhi kelancaran proses peningkatan minat belajar siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 7 Kolaka, faktor-faktor yang menghambat minat belajar siswa di SMK Negeri 7 Kolaka adalah: kurangnya perhatian dari orang tua, kurangnya pemahaman tentang hukum Islam dan membaca serta menulis Al-Quran, dan kurangnya kesadaran diri.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAKKELAS VIII.6 “PERCAYA DIRI” DI MTsN 1 KOLAKA Aqilah Rifqah; Hartono; Andi Nurul Aulia
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan Madarasah
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Aqidah Moral kelas VIII MTs dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Diharapkan model TPS dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam berdiskusi, berbagi ide, dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TPS dapat meningkatkan partisipasi siswa, pemahaman konsep, dan hasil belajar mereka. Hal ini tercermin dalam peningkatan nilai rata-rata ujian dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif Think Pair Share telah terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar Aqidah Akhlak bagi siswa kelas VIII MTs. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Aqidah Akhlak kelas VIII di MTsN 1 Kolaka? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana meningkatkan hasil belajar ketika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share pada kelas Aqidah Akhlak VIII.6 “Kepercayaan Diri” di MTsN 1 Kolaka. Metode penelitian yang digunakan meliputi jenis penelitian berupa penelitian tindakan kelas (PTK); Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Kolaka, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka. Prosedur penelitian yang dilakukan meliputi empat tahap, perencanaan yaitu tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi; Instrumen penelitian berupa lembar observasi guru dan siswa serta lembar tes hasil belajar teknis, analisis data observasi, dan tes analisis hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS), hasil belajar siswa meningkat pada tes pra-siklus, mencapai kesempurnaan belajar klasik siswa sebesar 50%, pada pelaksanaan tindakan di siklus I, 70%, dan pada siklus II, mencapai kesempurnaan belajar sebesar 100%.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM(PAI) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 02 ULUNGGOLAKA yunita; Hartono; Andi Nurul Aulia
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan Madarasah
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan ice breaking dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V MI Al Mawaddah Warrahmah Kolaka. Ice breaking merupakan kegiatan yang dapat mengubah suasana kelas yang membosankan dan kaku menjadi lebih bersemangat, rileks, serta menyenangkan. Dengan ice breaking, suasana pembelajaran menjadi lebih aktif, antusias, dan serius namun santai, sehingga materi pelajaran lebih mudah dipahami oleh siswa. Ice breaking dalam Kegiatan ini berfungsi untuk membantu mengembalikan konsentrasi, semangat, dan antusiasme siswa melalui aktivitas sederhana seperti yel-yel, tepuk tangan, atau permainan. Penggunaan ice breaking harus singkat (maksimal 5 menit) dan disesuaikan dengan kondisi kelas. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dan penelitian lapangan untuk mengidentifikasi pengalaman siswa dan guru dalam penerapan ice breaking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam ice breaking seperti tebak kata, sambung kata, tepuk semangat, dan permainan sederhana mampu meningkatkan motivasi, fokus, serta mempererat hubungan antar siswa. Meskipun ada kendala dalam pengelolaan waktu dan perbedaan tingkat keaktifan siswa, solusi seperti pembatasan durasi dan aturan partisipasi bergiliran terbukti efektif mengatasi masalah tersebut. Secara keseluruhan, ice breaking terbukti menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar dan menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan energik. Hasil penelitian ini terbukti bahwa Ice Breaking efektif dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa di kelas V MI Al Mawaddah Warrahmah Kolaka. Penelitian ini menekankan bahwa ice breaking tidak hanya berperan sebagai pengisi waktu yang menyenangkan, tetapi juga alat strategis yang mampu meningkatkan motivasi dan pencapaian akademis siswa.