Kebutuhan aspal di Indonesia diperkirakan terus meningkat seiring dengan perkembangan pembangunan infrastruktur jaringan jalan. Pulau Buton Provinsi Sulawesi Tenggara terdapat Aspal Buton (Asbuton) yang diperkirakan memiliki cadangan aspal dengan jumlah total sampai 650 juta ton. Penggunaannya sampai sekarang masih sedikit dengan jenis produksi umumnya Asbuton butir yang belum memberikan hasil yang efektif. Asbuton yang belum sesuai dengan fungsi yang sesungguhnya, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan kinerja campuran beraspal yang menggunakan Aspal Buton (Asbuton) sebagai alternatif bahan perkerasan jalan dalam rangka mendukung pemenuhan kebutuhan aspal nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif berbasis kajian hasil uji laboratorium dan data sekunder yang meliputi uji Marshall, uji reologi, serta uji kinerja campuran beraspal Dari hasil analisis menunjukkan bahwa campuran beraspal yang menggunakan Asbuton butir sebagai bahan aspal modifier (aditif) atau sebagai penambah atau pengganti filler dalam campuran, meningkatkan kinerja (stabilitas). Jenis Asbuton dalam bentuk cair/liquid mengandung Mineral (BAMM) memiliki sifat reologi jauh lebih baik dibandingkan aspal minyak. Campuran beraspal dengan Bitumen Asbuton Murni (BAM) memiliki kinerja dengan kekuatan (stabilitas), modulus kekakuan (stiffness modulus) dan ketahanan terhadap alur (Stabilitas dinamis) yang tinnggi, hampir sama dengan campuran yang menggunakan BAMM. bekerja secara efektif sebagai pengikat atau perekat agregat, mempunyai kemudahan dalam pelaksanaan dan pengangkutan serta dapat meningkatkan jumlah aspal/bitumen dalam pemenuhan kebutuhan aspal nasional.
Copyrights © 2026