Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Gemohing dalam membangun interaksi sosial masyarakat di Desa Kenotan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang terdiri atas ketua Gemohing, sekretaris, bendahara, anggota Gemohing, Kepala Desa, dan Ketua Adat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gemohing tidak hanya berfungsi sebagai tradisi gotong royong masyarakat Lamaholot, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan hubungan kekeluargaan masyarakat. Praktik Gemohing membentuk hubungan sosial yang terbuka dan setara melalui kerja kolektif, komunikasi sosial, serta budaya saling membantu antarmasyarakat. Selain itu, Gemohing juga berdampak pada meningkatnya partisipasi sosial dan terjaganya nilai budaya lokal masyarakat desa. Namun, keberlangsungan Gemohing mulai menghadapi tantangan akibat modernisasi, meningkatnya individualisme, dan menurunnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan kolektif masyarakat.
Copyrights © 2026