Fenomena El Nino yang terjadi pada tahun 2023–2024 telah memicu dampak signifikan terhadap ketahanan pangan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Perubahan pola curah hujan yang ekstrem menyebabkan kekeringan panjang pada wilayah sentra produksi padi, jagung, dan kedelai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh El Nino terhadap krisis pangan di Indonesia, dengan fokus pada penurunan produksi padi dan peningkatan harga beras. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan analisis data sekunder dari BMKG, BPS, dan Kementerian Pertanian periode 2022–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa El Nino menyebabkan penurunan produksi padi nasional sebesar 5,8% dan kenaikan harga beras hingga 22,4% pada puncak dampaknya. Wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan NTT mengalami dampak paling parah. Kesimpulannya, El Nino berpengaruh signifikan terhadap krisis pangan, terutama melalui mekanisme gangguan produksi dan inflasi harga pangan. Pemerintah disarankan memperkuat sistem peringatan dini, mengembangkan varietas tahan kekeringan, serta mengoptimalkan infrastruktur irigasi dan cadangan pangan.
Copyrights © 2026