Pelayanan kefarmasian telah mengalami transformasi fundamental dari pengelolaan sediaan obat menjadi pelayanan yang berfokus pada pasien (patient-oriented care). Sebagai garda terdepan sistem kesehatan primer, Puskesmas memegang peranan strategis dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian yang bermutu dan berkelanjutan. Namun, implementasi standar pelayanan di lapangan sering kali menghadapi tantangan terkait kesenjangan regulasi dan praktik operasional. Salah satu upaya strategis untuk memperkuat implementasi ini adalah melalui integrasi kegiatan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dari perguruan tinggi. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, apoteker pembimbing, dan dosen, kegiatan PKPA memberikan nilai tambah nyata dalam bentuk edukasi dan pendampingan klinis. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kepatuhan tenaga kefarmasian terhadap standar yang berlaku. Hasil akhir dari sinergi ini tidak hanya memperbaiki kualitas pelayanan kefarmasian secara internal di Puskesmas, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan keselamatan pasien dan kualitas hidup masyarakat luas. Penguatan peran apoteker dalam tim kesehatan interprofesional melalui pendampingan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan transformasi pelayanan kesehatan di tingkat primer.
Copyrights © 2026