Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bentuk perubahan pola kerja perempuan di Kawasan Hutan Pinus Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa; dan (2) menganalisis dampak perubahan pola kerja perempuan terhadap kondisi ekonomi keluarga, relasi sosial, dan peran domestik perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terjadi perubahan pola kerja perempuan dari buruh kebun yang bersifat musiman ke sektor perdagangan dan jasa pariwisata di kawasan Hutan Pinus Malino. Sebelumnya perempuan bekerja sebagai buruh kebun dengan pendapatan sekitar Rp100.000–Rp120.000 per hari, namun tidak menentu karena bergantung pada musim kerja; dan (2) perubahan pola kerja tersebut berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial perempuan. Aktivitas berdagang memberikan tambahan pendapatan sekitar Rp20.000–Rp50.000 per hari pada hari biasa dan Rp50.000–Rp100.000 pada akhir pekan atau hari libur. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, aktivitas ini juga memperluas relasi sosial perempuan dengan wisatawan, sesama pedagang, dan masyarakat sekitar. Namun, perempuan tetap menjalankan peran domestik sehingga menimbulkan beban kerja ganda. Secara teoretis, temuan penelitian ini sejalan dengan perspektif struktural fungsional yang memandang perubahan pola kerja perempuan sebagai bentuk penyesuaian sistem sosial terhadap perubahan struktur ekonomi lokal akibat berkembangnya sektor pariwisata, di mana keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi mencerminkan proses adaptasi dan integrasi sosial, sementara bertahannya peran domestik menunjukkan pemeliharaan nilai dan norma yang memunculkan konsekuensi laten berupa beban kerja ganda.
Copyrights © 2026