LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Vol. 5 No. 4 (2025)

KONSEP PEMIKIRAN AHLUSSUNNAH DALAM MENAVIGASI PENDIDIKAN TOLERANSI

Muhamad Fatih Al Farizy (Pendidikan Agama Islam,Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta1)
Zahra Nur Fadzilah (Pendidikan Agama Islam,Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta)
Naila Nurazizah (Pendidikan Agama Islam,Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta)
Muhamad Kharismaning Jagad Raya (Pendidikan Agama Islam,Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta)
Nabila Deslara Diva Aulya Rizky (Pendidikan Agama Islam,Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta)
Anisah Eka Dewi Saputri (Pendidikan Agama Islam,Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta)
Fauzi Annur (Pendidikan Agama Islam,Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2025

Abstract

ABSTRACT The increasing occurrence of social conflict, intolerance, group fanaticism, and the spread of hoaxes through digital media has become a serious challenge in multicultural societies in the modern era. This condition highlights the importance of tolerance education in fostering moderate, inclusive, and harmonious attitudes in both religious and social life. This study aims to analyze the concept of Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) thought in navigating tolerance education through the values of Islamic moderation. This research employed a literature study method by reviewing scientific journals, previous studies, books, and other relevant references related to the concept of Aswaja and tolerance education. The findings reveal that Aswaja thought is built upon the principle of balance (wasathiyah) between aqidah, fiqh, and Sufism based on Ash‘ariyah and Maturidiyah theology. Core values such as tawassuth, tawazun, tasamuh, and i‘tidal serve as the foundation for developing tolerant, moderate, fair, and respectful attitudes toward differences. Furthermore, the concept of tolerance in Aswaja is considered relevant to Indonesia’s plural society because it can strengthen unity, social harmony, and prevent conflict, discrimination, and intolerance in the digital era. ABSTRAK Meningkatnya konflik sosial, intoleransi, fanatisme kelompok, serta penyebaran hoaks melalui media digital menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat multikultural di era modern. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan toleransi yang mampu membangun sikap moderat, inklusif, dan harmonis dalam kehidupan beragama maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pemikiran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam menavigasi pendidikan toleransi melalui nilai-nilai moderasi Islam. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, buku, serta referensi relevan yang berkaitan dengan konsep Aswaja dan pendidikan toleransi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Aswaja dibangun atas prinsip keseimbangan (wasathiyah) antara aqidah, fiqih, dan tasawuf yang berlandaskan pada aqidah Asy’ariyah dan Maturidiyah. Nilai-nilai utama seperti tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal menjadi dasar dalam membangun sikap toleran, moderat, adil, dan menghargai perbedaan. Selain itu, konsep toleransi Aswaja relevan diterapkan dalam masyarakat Indonesia yang plural karena mampu memperkuat persatuan, keharmonisan sosial, serta mencegah konflik, diskriminasi, dan sikap intoleransi di era digital.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

learning

Publisher

Subject

Education

Description

LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan ...