Penipuan digital (scam) merupakan ancaman keamanan siber yang terus meningkat dan berdampak signifikan pada masyarakat usia produktif. Penelitian pengabdian masyarakat ini merancang dan menguji model intervensi edukasi anti-scam berbasis simulasi kasus nyata sebagai upaya meningkatkan literasi keamanan digital. Kegiatan dilaksanakan terhadap 45 peserta usia produktif (18-55 tahun) di lingkungan komunitas perkotaan melalui tiga tahapan: asesmen awal, pelatihan simulasi interaktif, dan evaluasi pascaintervensi. Model intervensi mengintegrasikan skenario penipuan aktual seperti phishing, social engineering, love scam, dan penipuan pinjaman online ke dalam modul simulasi terstruktur. Instrumen pengukuran menggunakan kuesioner literasi keamanan digital tervalidasi dengan skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor literasi keamanan digital rata-rata sebesar 34,7% pascaintervensi, dengan peningkatan tertinggi pada dimensi identifikasi ancaman (41,2%) dan respons terhadap insiden siber (38,6%). Peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengenali indikator penipuan digital secara mandiri. Model intervensi berbasis simulasi terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan keterampilan praktis keamanan digital pada masyarakat usia produktif dan berpotensi diadopsi dalam program literasi digital komunitas yang lebih luas.
Copyrights © 2026