Limbah tekstil rumah tangga merupakan salah satu kontributor signifikan terhadap timbunan sampah padat perkotaan di Indonesia yang belum tertangani secara sistematis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mentransformasi praktik pengelolaan limbah tekstil rumah tangga melalui pendekatan design thinking partisipatif yang mengintegrasikan keterampilan upcycling dengan orientasi nilai ekonomi produk. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Karangayu, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, melibatkan 36 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga dan pengrajin kecil. Metode yang diterapkan mencakup lima tahap design thinking, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test, yang seluruhnya dilaksanakan secara partisipatif bersama komunitas. Instrumen evaluasi menggunakan kuesioner keterampilan upcycling tervalidasi serta rubrik penilaian kualitas produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor keterampilan upcycling rata-rata sebesar 38,4% pascaintervensi, dengan peserta secara kolektif menghasilkan 31 produk bernilai jual dari limbah tekstil rumah tangga. Rerata skor kualitas produk mencapai 3,71 dari skala 4,00. Model pendampingan berbasis design thinking partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas komunitas untuk mentransformasi limbah tekstil menjadi produk bernilai ekonomi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026