Penelitian ini menganalisis peran algoritma dalam membentuk standarisasi selera di media sosial dengan menggunakan perspektif teori kritis Theodor Adorno. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan budaya algoritmik, media sosial, dan perilaku pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma tidak hanya berfungsi sebagai alat teknis, tetapi sebagai instrumen industri budaya yang secara aktif membentuk, mereproduksi, dan menstandarisasi preferensi pengguna. Melalui mekanisme personalisasi, eksposur berulang, optimasi keterlibatan, dan filter bubble, algoritma menghasilkan pola selera yang homogen, meskipun tampak beragam di permukaan. Kondisi ini mencerminkan konsep pseudo-individualization dari Adorno. Selain itu, algoritma juga membentuk identitas digital, opini publik, serta interaksi sosial pengguna. Penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital dan kesadaran kritis dalam menghadapi dominasi algoritma dalam masyarakat digital kontemporer.
Copyrights © 2026