Ketidakseimbangan antara pertumbuhan angkatan kerja dan ketersediaan kesempatan kerja formal mendorong semakin banyak orang untuk beralih ke sektor informal, salah satunya melalui kegiatan kewirausahaan di sektor kuliner. Kondisi ini tercermin dalam peningkatan jumlah pekerja informal yang konsisten di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, yang menunjukkan pergeseran besar angkatan kerja menuju kewirausahaan sebagai pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. Pemerintah Kota Surabaya menanggapi fenomena ini dengan menyediakan Pusat Wisata Kuliner (SWK) sebagai forum bagi para pelaku usaha kuliner untuk berjualan secara kolektif dan terorganisir. Namun, tingkat pergantian pedagang yang tinggi, persaingan yang ketat, dan keterbatasan kemampuan manajemen bisnis tetap menjadi masalah yang dihadapi oleh para pelaku usaha, khususnya di Pusat Wisata Kuliner Ruko Manyar Indah (RMI) di Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tingkat Pendidikan, Sikap Pribadi, dan Lingkungan Sosial terhadap Pengambilan Keputusan Kewirausahaan di kalangan pelaku usaha di Pusat Wisata Kuliner Ruko Manyar Indah (RMI) di Surabaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei dan distribusi kuesioner manual langsung kepada seluruh 56 pelaku usaha aktif sebagai responden melalui teknik Non-Probability Sampling. Penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik, regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis dengan bantuan SPSS (Statistical Program for Social Sciences) untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Tingkat Pendidikan, Sikap Pribadi, dan Lingkungan Sosial memengaruhi Keputusan Kewirausahaan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengelola pusat, pelaku bisnis, dan pembuat kebijakan dalam merancang program pembangunan yang lebih tepat sasaran untuk mendorong keberlanjutan bisnis dan pertumbuhan ekonomi lokal dengan memperkuat ekosistem kewirausahaan.
Copyrights © 2026