Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatandan tumbuh kembang bayi. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia, khususnya di wilayah kerjaPuskesmas Limboto, masih belum optimal. Rendahnya praktik pemberian ASI eksklusif dipengaruhi olehberbagai faktor, di antaranya pengetahuan ibu dan budaya yang berkembang di masyarakat. Tujuan Penelitian :untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan budaya dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi di PuskesmasLimboto. Metode Penelitian : penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 3–6 bulan di wilayah kerja PuskesmasLimboto sebanyak 42 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakankuesioner pengetahuan, budaya, dan pemberian ASI eksklusif. Analisis data dilakukan secara univariat danbivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian : Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki budaya yang mendukung pemberian ASIeksklusif sebanyak 23 orang (54,8%), sedangkan ibu yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 19 orang(45,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu denganpemberian ASI eksklusif dan terdapat hubungan yang signifikan antara budaya dengan pemberian ASI eksklusifdengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan : penelitian ini adalah pengetahuan dan budaya memilikihubungan yang signifikan terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi di Puskesmas Limboto.
Copyrights © 2026