Baby blues merupakan salah satu gangguan psikologis yang umum dialami oleh ibu pasca melahirkan dan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Pada masa ini, ibu sangat membutuhkan dukungan sosial dari lingkungan sekitar, terutama keluarga terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi psikologis serta bentuk dukungan sosial yang diterima oleh ibu pasca melahirkan yang mengalami baby blues. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang ibu yang mengalami baby blues dan tinggal bersama mertua maupun orang tua setelah melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek mengalami berbagai kondisi psikologis yang mengganggu, seperti menangis hampir setiap hari, merasa kelelahan, tertekan, cemas, serta mengalami ketidakstabilan emosi. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas sehari-hari, seperti sulit berkonsentrasi, sering merasa linglung ketika berkomunikasi, serta menurunnya produktivitas ASI. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa kondisi psikologis yang dialami subjek dipengaruhi oleh kurang optimalnya dukungan sosial dari lingkungan sekitar, termasuk suami, keluarga, mertua, orang tua, maupun tetangga. Oleh karena itu, dukungan sosial yang memadai menjadi faktor penting dalam membantu ibu beradaptasi secara emosional pada masa pasca persalinan.
Copyrights © 2026