Herlina Fitriana
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STIGMA MASYARAKAT TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM Novia Suhastini; Herlina Fitriana
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v7i3.3887

Abstract

Penelitian ini tentang stigma masyarakat terhadap anak yang berhadapan dengan hukummenggunakan pendekatan kualitatif, teknik purposive sampling, teknik pengumpulan data yaitu observasi non partisipan, wawancara, menggunakan teori stigma Erving Goffman yang kedua yaitu buruknya perilaku (anak yang berhadapan dengan hukum). Terdapat 26 jenis, definisi dan kriteria penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan potensi dan sumber kesejahteraan sosial (PSKS) dan salah satunya adalah anak yang berhadapan dengan hukum. Anak yang berhadapan dengan hukum adalah orang yang telah berumur 12 (dua belas) tahun tetapi belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun, meliputi anak yang disangka, didakwa, atau dijatuhi pidana. Stigma adalah penamaan yang sangat negatif kepada seseorang/kelompok sehingga mampu mengubah secara radikal konsep diri dan identitas sosial mereka. Faktor-faktor yang membentuk stigma terhadap anak yang berhadapan dengan hukum yaitu pelabelan, media penggambaran, faktor demografi, latar belakang kehidupan anak, bentuk kejahatan yang dilakukan. Stigma masyarakat terhadap anak yang berhadapan hukum negatif, akan diterima di lingkungan masyarakat dengan syarat adanya rehabilitasi, pengawasan, pembatasan lingkungan, jika tetap melakukan kejahatan anak tidak dapat diterima oleh masyarakat.
Dinamika Psikologis Dan Dukungan Sosial Pada Ibu Dengan Baby Blues Dalam Keluarga Extended Family Novia Suhastini; Herlina Fitriana; Very Wahyudi
QAWWAM : Journal for gender mainstreaming Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/qawwam.v20i1.15479

Abstract

Baby blues merupakan salah satu gangguan psikologis yang umum dialami oleh ibu pasca melahirkan dan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Pada masa ini, ibu sangat membutuhkan dukungan sosial dari lingkungan sekitar, terutama keluarga terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi psikologis serta bentuk dukungan sosial yang diterima oleh ibu pasca melahirkan yang mengalami baby blues. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang ibu yang mengalami baby blues dan tinggal bersama mertua maupun orang tua setelah melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek mengalami berbagai kondisi psikologis yang mengganggu, seperti menangis hampir setiap hari, merasa kelelahan, tertekan, cemas, serta mengalami ketidakstabilan emosi. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas sehari-hari, seperti sulit berkonsentrasi, sering merasa linglung ketika berkomunikasi, serta menurunnya produktivitas ASI. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa kondisi psikologis yang dialami subjek dipengaruhi oleh kurang optimalnya dukungan sosial dari lingkungan sekitar, termasuk suami, keluarga, mertua, orang tua, maupun tetangga. Oleh karena itu, dukungan sosial yang memadai menjadi faktor penting dalam membantu ibu beradaptasi secara emosional pada masa pasca persalinan.