Pemantauan tanda vital pada pasien pasca operasi merupakan bagian penting dalam layanan kesehatan karena berkaitan langsung dengan kecepatan tenaga medis dalam memberikan penanganan. Akan tetapi, proses pemantauan yang masih dilakukan secara manual dapat meningkatkan risiko keterlambatan dalam mendeteksi kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan tanda vital berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memonitor detak jantung, kadar saturasi oksigen (SpO₂), dan suhu tubuh secara otomatis serta real-time. Sistem dirancang menggunakan sensor MAX30102 untuk mengukur detak jantung dan SpO₂, serta sensor DS18B20 untuk mendeteksi suhu tubuh dengan pengendali utama berupa mikrokontroler ESP8266. Data hasil pembacaan sensor ditampilkan melalui layar OLED dan dikirimkan menggunakan koneksi WiFi ke platform Blynk sehingga dapat dipantau dari jarak jauh melalui smartphone maupun komputer. Selain itu, sistem dilengkapi fitur alarm berupa buzzer yang akan aktif apabila detak jantung berada di luar rentang normal 60–100 BPM atau suhu tubuh berada di luar kisaran 36,1°C–37,2°C. Berdasarkan hasil pengujian, sistem dapat bekerja dengan baik dalam melakukan pembacaan dan pengiriman data secara stabil, serta fitur peringatan mampu berfungsi sesuai parameter yang telah ditentukan. Oleh karena itu, sistem ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas pemantauan pasien pasca operasi serta mendukung tenaga medis dalam mengambil tindakan secara cepat dan akurat.
Copyrights © 2026