Edmund Ucok Armind
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Sistem Kendali Otomatis Pengisian BBM Berbasis Sensor Proximity Menggunakan Panel Listrik Endri Raffyanto; Reni Rahmadani; Edmund Ucok Armind; Razikin
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Elkolind Vol. 13, No. 1, 2026 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v13i1.9790

Abstract

Proses pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) secara manual masih banyak diterapkan di berbagai industri otomotif, sehingga berisiko menimbulkan ketidakakuratan volume, keterlambatan operasional, hingga potensi kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem kontrol otomatis pengisian BBM berbasis sensor proximity menggunakan panel listrik konvensional, serta menganalisis akurasi volume, efisiensi waktu, dan efisiensi sistem. Sistem dirancang dengan tiga lapisan ( input, proses, output ) menggunakan komponen Miniature Circuit Breaker (MCB), kontaktor, relay 12V, push button , dan sensor proximity. Prinsip kerja yang digunakan adalah loop tertutup dengan rangkaian self-hold pada kontaktor. Pemeliharaan dilakukan selama 20 hari operasional dengan total 44 kali pengisian pada berbagai unit mobil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen berfungsi sesuai rencana. Tingkat akurasi mencapai target 12 liter per kendaraan setelah dilakukan kalibrasi ulang, dengan error terkecil 0% pada salah satu unit uji. Rata-rata waktu pengisian adalah 1,30 menit, lebih hemat 35–50% dibandingkan dengan sistem manual. Keandalan sistem mencapai 100% keberhasilan sinkronisasi otomatis pada pengisian normal, dengan proteksi MCB, thermal overflow relay, dan grounding yang berfungsi baik. Sistem ini layak diimplementasikan, dengan rekomendasi kalibrasi rutin dan penambahan flow meter .
Sistem Monitoring Dan Kontrol Otomatis Salinitas Air Payau Berbasis IoT Di Tambak Ikan Nila Salin Muhammad Fadhilah Baehaqi; Reni Rahmadewi; Edmund Ucok Armind
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Elkolind Vol. 13, No. 1, 2026 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v13i1.9929

Abstract

Kualitas salinitas air merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya ikan nila salin karena berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Perubahan salinitas yang tidak stabil dapat menyebabkan gangguan osmoregulasi dan meningkatkan tingkat stres pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring serta kontrol otomatis salinitas air payau berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32 dan sensor TDS (Total Dissolved Solids). Sistem dikembangkan dengan memanfaatkan sensor TDS sebagai pendeteksi nilai salinitas air, modul relay 2 channel sebagai pengendali aktuator, serta dua pompa air yang berfungsi menambahkan air asin atau air tawar sesuai kondisi salinitas. Data hasil pembacaan sensor dikirimkan secara real-time ke dashboard monitoring berbasis web menggunakan koneksi internet sehingga dapat dipantau dari jarak jauh. Metode kontrol yang digunakan yaitu pengendalian berdasarkan nilai ambang batas salinitas, dimana pompa air asin aktif ketika nilai salinitas berada di bawah batas minimum dan pompa air tawar aktif ketika nilai salinitas melebihi batas maksimum. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja dengan baik dalam melakukan monitoring dan pengendalian otomatis salinitas air. Dashboard monitoring berhasil menampilkan data sensor dalam bentuk gauge dan grafik historis secara real-time. Nilai salinitas selama pengujian berada pada rentang 14.000–20.000 ppm dengan nilai stabil sebesar 16.117 ppm. Sistem juga mampu mengaktifkan pompa secara otomatis sesuai kondisi salinitas tanpa terjadi switching berlebihan. Dengan demikian, prototype yang dikembangkan berhasil memenuhi tujuan penelitian dan berpotensi diterapkan pada budidaya perikanan berbasis IoT untuk menjaga stabilitas kualitas air tambak secara lebih efektif dan efisien
Pemantauan Tanda Vital Pasien Pasca Operasi Berbasis Intenet Of Things (IoT) Devan Ananda Putra; Reni Rahmadewi; Edmund Ucok Armind; Muhammad Fadhilah Baehaqi
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Elkolind Vol. 13, No. 1, 2026 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v13i1.9930

Abstract

Pemantauan tanda vital pada pasien pasca operasi merupakan bagian penting dalam layanan kesehatan karena berkaitan langsung dengan kecepatan tenaga medis dalam memberikan penanganan. Akan tetapi, proses pemantauan yang masih dilakukan secara manual dapat meningkatkan risiko keterlambatan dalam mendeteksi kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan tanda vital berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memonitor detak jantung, kadar saturasi oksigen (SpO₂), dan suhu tubuh secara otomatis serta real-time. Sistem dirancang menggunakan sensor MAX30102 untuk mengukur detak jantung dan SpO₂, serta sensor DS18B20 untuk mendeteksi suhu tubuh dengan pengendali utama berupa mikrokontroler ESP8266. Data hasil pembacaan sensor ditampilkan melalui layar OLED dan dikirimkan menggunakan koneksi WiFi ke platform Blynk sehingga dapat dipantau dari jarak jauh melalui smartphone maupun komputer. Selain itu, sistem dilengkapi fitur alarm berupa buzzer yang akan aktif apabila detak jantung berada di luar rentang normal 60–100 BPM atau suhu tubuh berada di luar kisaran 36,1°C–37,2°C. Berdasarkan hasil pengujian, sistem dapat bekerja dengan baik dalam melakukan pembacaan dan pengiriman data secara stabil, serta fitur peringatan mampu berfungsi sesuai parameter yang telah ditentukan. Oleh karena itu, sistem ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas pemantauan pasien pasca operasi serta mendukung tenaga medis dalam mengambil tindakan secara cepat dan akurat.