Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan masyarakat terhadap dukun sebagai alternatif pengobatan tradisional. Meskipun pengobatan modern terus berkembang, praktik perdukunan masih bertahan dan digunakan oleh sebagian masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap unsur spiritual, faktor budaya, keterjangkauan biaya, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan formal merupakan alasan utama masyarakat memilih dukun sebagai solusi pengobatan. Di sisi lain, muncul sikap skeptis dari kelompok masyarakat yang lebih terpapar pada pendidikan formal dan informasi kesehatan modern. Perdukunan saat ini menghadapi tantangan berupa regulasi kesehatan dan pengaruh paradigma pengobatan berbasis bukti. Namun demikian, praktik ini menunjukkan kemampuan adaptif melalui integrasi dengan teknologi, termasuk penggunaan media digital. Dengan demikian, perdukunan berada di antara tradisi dan modernitas, dan kelangsungannya sangat dipengaruhi oleh dinamika sosial, ekonomi, dan perkembangan teknologi kesehatan.
Copyrights © 2026