Perundungan di lingkungan sekolah dasar sering kali dianggap sebagai kenakalan biasa, padahal dampaknya sangat merusak secara psikologis dan akademik. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM Tematik Kelompok 34 Untirta ini bertujuan untuk mengedukasi siswa SDN Tegalratu mengenai bahaya perundungan serta meningkatkan empati antarsiswa guna mencegah tindakan agresif di sekolah. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif berbasis multimedia, peragaan instruksional melalui teknik sosio-drama yang diperankan langsung oleh mahasiswa, serta aksi deklarasi komitmen bersama. Teknik evaluasi yang digunakan meliputi observasi partisipatif dan penyebaran angket sederhana untuk mengukur tingkat penerimaan program serta kesadaran siswa. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif dari 210 siswa dan mendapatkan skor kepuasan dari pihak sekolah sebesar 9.0 dari skala 10. Melalui peragaan peran, siswa mulai memahami batasan candaan yang menyakiti perasaan orang lain, khususnya terkait normalisasi ejekan verbal terhadap nama orang tua. Program ini berhasil menumbuhkan komitmen kolektif antara siswa dan guru untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak. Keberhasilan ini menunjukkan indikasi efektivitas dalam meningkatkan kesadaran siswa terkait pencegahan kekerasan di sekolah.
Copyrights © 2026