Perkembangan teknologi komunikasi digital meningkatkan penggunaan WhatsApp sebagai media komunikasi utama masyarakat. Namun, tingginya penggunaan aplikasi tersebut juga meningkatkan ancaman keamanan siber, khususnya pembajakan akun melalui penyalahgunaan One-Time Password (OTP) dan teknik social engineering. Penelitian ini bertujuan menganalisis ancaman keamanan siber pada akun WhatsApp, faktor penyebab pembajakan akun, serta sistem keamanan yang tersedia pada aplikasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan studi kasus. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, artikel akademik, laporan keamanan digital, dan dokumentasi kasus pembajakan akun WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran keamanan digital pengguna menjadi faktor utama keberhasilan pembajakan akun. Teknik phishing, manipulasi psikologis, dan pencurian OTP menjadi metode serangan yang paling sering digunakan. WhatsApp telah menyediakan fitur keamanan seperti end-to-end encryption dan two-step verification, namun penggunaannya belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi keamanan siber dan peningkatan kewaspadaan pengguna diperlukan untuk mengurangi risiko pembajakan akun WhatsApp.
Copyrights © 2026