Maraknya pembajakan akun Steam via malware cookie stealer menjadi ancaman serius bagi ekosistem digital di Indonesia. Penelitian kuantitatif deskriptif ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan pola serangan tersebut berdasarkan data laporan resmi lembaga keamanan siber nasional periode 2021–2023. Hasil penelitian menunjukkan insiden serangan melonjak signifikan sebesar 73% dengan akselerasi tajam sejak Q3 2022. Serangan didominasi oleh tiga vektor infeksi: phishing Discord/Telegram (34,2%), unduhan perangkat lunak ilegal (28,7%), dan mod game tidak resmi (21,4%), dengan famili RedLine Stealer sebagai malware paling prevalens (41,3%). Dari sisi demografi, korban didominasi kelompok usia 17–25 tahun (43,1%) dengan literasi siber menengah ke bawah. Penelitian ini juga mengungkap bahwa fitur keamanan bawaan Steam tidak efektif meredam cookie hijacking karena sifat sesi yang terautentikasi mampu menerobos lapisan 2FA. Temuan ini menegaskan urgensi mitigasi berlapis, mulai dari edukasi literasi siber berbasis segmen usia, penguatan deteksi anomali sisi server, hingga kebijakan keamanan yang lebih adaptif dari pemangku kepentingan platform game di Indonesia.
Copyrights © 2026