Pesawat dapat menghasilkan gaya angkat dan bilah baling-baling dapat berputar karena tiupan angin karena bentuk geometrinya yang disebut airfoil. Airfoil merupakan bentuk geometri aerodinamika yang umumnya dirancang untuk menghasilkan gaya angkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya angkat dan gaya hambat airfoil NACA 4316 berikut coefficient lift, coefficient drag serta karakteristik dari airfoil tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis simulasi airfoil NACA 4316 dengan variasi kecepatan aliran udara 10 m/s, 15 m/s dan 20 m/s serta variasi sudut serang (α) -5°, 0°, 5°, 10°, 15°, 20°, 25°, 30°, 35°, 40° dan 45° menggunakan SolidWork Flow Simulation. Gaya angkat tertinggi secara berurutan mulai dari kecepatan 20 m/s α 40°, lalu 15 m/s α 35° dan terakhir 10 m/s α 30°. Sedangkan nilai gaya hambat terbesar terjadi pada α 45o di ketiga kecepatan dengan urutan 20 m/s, lalu 15 m/s, dan 10 m/s. Titik kritis α terjadi pada sudut serang 30° pada kecepatan 10 m/s, kecepatan 15 m/s pada sudut serang 35°, dan kecepatan 20 m/s pada sudut serang 40°. Airfoil ini masih memiliki gaya angkat walau tanpa sudut serang dan mengalami gaya angkat paling efisien pada α 5.
Copyrights © 2026