Puisi ‘Bitaqat Hawiyya’ karya Mahmoud Darwish mencerminkan semangat perlawanan Palestina melalui kekayaan gaya bahasa dan simbolisme mendalam. Penelitian ini mengkaji secara teliti stilistika dan semiotika dalam puisi tersebut, untuk menelusuri bagaimana Darwish membangun identitas nasional lewat karya sastra. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, teks puisi sebagai data primer dianalisis dengan teori stilistika Leech & Short (2007) dan semiotika Barthes (1977). Hasil penelitian menyoroti dominasi metafora, repetisi, serta kalimat deklaratif yang secara efektif menegaskan identitas. Kebaruan terletak pada integrasi hibrida stilistika-semiotika: pemetaan deviasi bahasa (metafora, repetisi) melalui stilistika, dilanjutkan interpretasi denotasi-konotasi Barthes, dan sintesis triangulasi yang menguak mitos resistensi Palestina sebagai bentuk perlawanan non-fisik. Implikasi penelitian ini memperkuat pemahaman sastra Arab kontemporer serta dinamika perjuangan identitas, sambil menyumbang pada pengembangan kajian stilistika dan analisis sastra Arab.
Copyrights © 2026